Senja
sudah tidak bersama petang, dimana warna jingga hanya berteman dengan biru
api cinta yang telah dibina hanyalah sebuah kenangan yang dihempaskan oleh perbedaan pandangan. Tak pernah berpikir bahwa cinta itu akan runtuh dengan keegoan, ketulusan hanyalah sebuah fatamorgana yang membosankan, yang hanya sebuah jarum kecilpun sanggup untuk merobeknya.
api cinta yang telah dibina hanyalah sebuah kenangan yang dihempaskan oleh perbedaan pandangan. Tak pernah berpikir bahwa cinta itu akan runtuh dengan keegoan, ketulusan hanyalah sebuah fatamorgana yang membosankan, yang hanya sebuah jarum kecilpun sanggup untuk merobeknya.
Ketidak
cocokan mungkin menurut semua orang adalah alasan klasik karena tidak kuat
menghadapi permasalahan. Sebenarnya inti permasalahannya bukanlah itu semua .
Tapi kejenuhan untuk mencoba mengenali, mencoba memahami apa itu sebuah sudut
pandang. Sudut pandang antara laki-laki dan wanita itu sangat berbeda. Wanita
lebih sensitive sedangkan laki-lagi bermain logika.
Mungkin
senja sudah tidak mencintai petang seperti dulu lagi, seperti saat-saat asmara
sedang bergelora, ataukah senja mulai ragu dengan argument mereka selama ini
untuk selalu hidup bersama.
Maaf
senja, aku ini adalah petang yang mencoba bersikap dewasa, walaupun
sifatku jauh dari itu semua.
maaf senja, terlalu naïf karena mencoba menjadikan diri seorang imam bagimu.
maaf senja, bukan senja seperti sekarang yang kuharapkan.
maaf senja, pelangi dengan senyuman yang ku inginkan.
maaf senja, bukan berarti aku mengguruimu ketika ku mencoba berkata jujur kepadamu
maaf senja, mungkin ketika kumatipun kau takkan pernah peduli padaku, tapi dengarkan sekali saja, aku ini mencoba menjagamu walau dengan egoku.
mungkin bagimu aku hanyalah sampah egois yang tak pernah mengerti tentangmu
karena memang kamu juga tidak pernah mau mengerti tentangku
senja, cobalah pahami cinta, walaupun cinta tak pernah memahamimu
maaf senja, terlalu naïf karena mencoba menjadikan diri seorang imam bagimu.
maaf senja, bukan senja seperti sekarang yang kuharapkan.
maaf senja, pelangi dengan senyuman yang ku inginkan.
maaf senja, bukan berarti aku mengguruimu ketika ku mencoba berkata jujur kepadamu
maaf senja, mungkin ketika kumatipun kau takkan pernah peduli padaku, tapi dengarkan sekali saja, aku ini mencoba menjagamu walau dengan egoku.
mungkin bagimu aku hanyalah sampah egois yang tak pernah mengerti tentangmu
karena memang kamu juga tidak pernah mau mengerti tentangku
senja, cobalah pahami cinta, walaupun cinta tak pernah memahamimu
teruslah menulis! aku suka.
BalasHapus